Selasa, 09 Juni 2009

kecintaan gue sama obama.(when obama said we can.)

pada kenal dong yaa sama orang nomer satu ini,



(amat sangat nge-fans sama orang yang amazing ini)*

orang yang paling terkenal sedunia saat ini. Yes, yes, you’re right. Barack Obama, president-elect Amerika Serikat yang baru aja terpilih tanggal 4 November 2008 tahun kemarin. Dia bisa saja mundur dari pemilihan presiden Amerika dari kemarin-kemarin, karena dia punya banyak banget alesan untuk minder. Need a list? Here goes…
  1. He’s an African-American. In other words, dia nggak berasal dari ras Caucasian (kulit putih). Amerika udah lebih dari 2 abad merdeka, dan belum pernah punya presiden yang berasal dari ras selain Caucasian. Walaupun ada 4 juta budak berkulit hitam yang dibebaskan pada tahun 1865, sampai sekarang, masih terjadi rasisme di beberapa bagian Amerika Serikat. Watch teen movies...
  2. Usianya baru 47 tahun, sementara McCain 72 tahun. Untuk sebagian orang, age is not just a number!
  3. Nama tengahnya Hussein dan Obama memiliki saudara beragama Islam. Padahal, masih ada sebagian warga Amerika yang menganggap Islam = teroris.
  4. Obama nggak memiliki pengalaman militer, McCain pernah di US Navy, prisoner of Vietnam War dan mendapat banyak penghargaan. Seperti kita tahu, Amerika dan Irak?
  5. Obama baru menjadi senator di US Senate tahun 2005, sementara McCain 1987. Lack of experience?
Bayangin deh kalo Obama kayak kita: “Aduh, gue item banget sih nih, luluran juga nggak mempan. Gak jadi presiden deh, gak mungkin ada yang milih!” *iya kaan ya?* Mungkin apa yang terjadi di Chicago tanggal 4 November lalu nggak akan jadi kenyataan. Dengan “perbedaan” yang dia miliki dibanding presiden-presiden sebelumnya, Obama justru menunjukkan bahwa:
  1. He becomes the first African-American president in US History.
  2. Age is just a number.
  3. Racism against Muslims is over.
  4. War is not the answer.
  5. Lack of experience? No. Not really.
Obama sangat menyadari kekurangannya, bahkan kalo lo nonton victory speechnya di YouTube, ada kalimat:

“I was never the likeliest candidate for this office. We didn’t start with much money or many endorsements. Our campaign was not hatched in the halls of Washington - it began in the backyards of Des Moines and the living rooms of Concord and the front porches of Charleston.”


Obama pas SD di Indonesia. See? He's the same with us :)

But he didn’t stop there. Ia melanjutkan perjuangannya, meskipun sulit. Meskipun kata-kata “YES WE CAN” disindir dengan “YES WE WILL” oleh Hilary Clinton. Obama tidak berhenti. Meskipun nenek yang membesarkannya, Madelyn Dunham, meninggal tanggal 2 November, he kept going on.

Jadi kenapa kita harus menyesalkan kekurangan kita? The best thing to do is to change the negative side to become a positive side! Mungkin karena itulah Obama terus menegaskan kata itu.

CHANGE.

Gue rasa, nggak perlu punya banyak kelebihan untuk mewujudkan cita-cita kita, untuk menjadi orang yang lebih baik. Obama juga dulu cuma anak SDN Besuki yang biasa-biasa saja, Ibunya bule dan Bapaknya orang Indonesia. Tapi ia, berhasil mengubah dirinya yang “biasa-biasa saja” – bahkan cenderung bandel – menjadi The President of The United States. Yes, he could.

And us?

Yes we can. And we will.

Ah ya, in addition…
Setelah cari-cari di Google, gue jadi tau kalo Obama punya nama Indonesia, “Barry Soetoro”. Menurut Iis Darmawan, guru Obama waktu TK, Obama pernah menulis karangan berjudul “I Want To Become President”. Sementara guru kelas 3 SD-nya, Fermina Katarina Sinaga, pernah memberi tugas karangan “My Dream: What I Want To Be In The Future” dan Obama menulis, “I Want To Be A President”.


(tadi pas lagi googling nemu foto ini,nyehehe*)



Berarti benar apa kata Walt Disney,
“If you can dream it, then you can do it.” :)



,
lilqueen




0 komen dong!: